Showing posts with label TURBIDITY (INDONESIAN). Show all posts
Showing posts with label TURBIDITY (INDONESIAN). Show all posts

Wednesday, 30 August 2017

NEWS: Bob Rockiller returns to the stage with Turbidity @ Mojokerto Black Conspiracy, 8/8/2017

NEWS: Bob Rockiller (ex-Bleeding Corpse vocalist) returns to the stage with Turbidity @ Mojokerto Black Conspiracy, 8/8/2017. Bobby was vocalist of Bleeding Corpse until 2012-13 when he resigned from the band. Then he joined Hydro which was never an active or successful band, and so people no longer saw him on the stage for several years apart from guest vocal appearances. Then last year, in a surprise move, he joined Bandung slammers Turbidity replacing Andre (vocalist 2012-16). Sometimes, in the past, Bobby had done duets on stage with Turbidity when Dada was the vocalist (see picture below, from a 2011 Turbidity show in Bandung). Bobby is a famous front-man in Indonesia with a huge presence on the stage. However, off the stage, he is a humble and gentle giant. He connects very well with the younger fans and they can sense his kind and humble spirit. He also tries very hard to connect to them. He is dedicated to the scene and the community and he has a high standard of ethics. Best wishes to Bobby. P.S. Bobby was guest vocalist on Demons Damn's album Humiliation (2013) (tracks 4 and 8) and Jasad's album Rebirth of Jatisunda (2013) (track 5) [by Kieran James, 30/08/2017].

NEWS: Bob Rockiller (ex-vokalis Bleeding Corpse) kembali ke panggung dengan Kekompakan @ Mojokerto Black Conspiracy, 8/9/2017. Bobby adalah vokalis Bleeding Corpse sampai 2012-13 saat mengundurkan diri dari band. Lalu ia bergabung dengan Hydro, yang bukan band yang aktif atau sukses. Kemudian tahun lalu, dalam sebuah langkah mengejutkan, ia bergabung dengan Bandung slammers Turbidity menggantikan Andre (vokalis 2012-16). Terkadang, di masa lalu, Bobby telah tampil di panggung dengan kekeruhan saat Dada menjadi vokalis (lihat gambar, dari pertunjukan Turbidity 2011 di Bandung). Bobby adalah frontman terkenal di Indonesia dengan kehadiran yang sangat besar di atas panggung. Namun, di luar panggung, dia adalah raksasa yang rendah hati dan lembut. Dia terhubung ke dunia. Dia juga berusaha sangat keras untuk terhubung dengan mereka. Dia didedikasikan untuk tempat kejadian dan masyarakat dan dia memiliki standar etika yang tinggi. Semoga Bobby. P.S. Bobby was guest vocalist on Demons Damn's album Humiliation (2013) (tracks 4 and 8) and Jasad's album Rebirth of Jatisunda (2013) (track 5) [oleh Kieran James, 30/08/2017].
BACK IN BLACK: Bobby live with Turbidity @ Sukabumi, West Java, August 2017.
BLEEDING CORPSE live @ Cibinong, 8 October 2011. Left to Right: Bob Rockiller (vox), Luk Luk Adrian (bass), Uus Death (guitar), and Ari Bejo (drums) (obscured from view).
Bobby vocal duet with Dada @ Turbidity show, East Bandung, 9 October 2011.
Left to Right: Bobby Bleeding Corpse, Dada Turbidity, Daniel Turbidity, Kieran James, Mamay Turbidity, Casper Hell Turbidity (Manager) @ Bandung, 10 October 2011.
Left to Right: Kieran James and John Yoedi (Busuk Webzine), Iwan D (ESP), and Bob Rockiller, April 2012.
Popo's birthday @ Old Common Room, April 2012. Left to Right: Bob Rockiller, Popo Demons Damn, Butche (The Cruel), and Man Jasad.
BLEEDING CORPSE Resurrection of Murder line-up @ Cibinong, 8 October 2011. Left to Right: Adrian Luk Luk (bass); Ari Bejo (drums); Uus Death (guitar); and Bob Rock (vocals).

Sunday, 27 September 2015

CLASSIC INTERVIEW: Dada menceritakan kepada kami alasan-nya meninggalkan TURBIDITY! (Indonesian)

THE OLD AND NEW TURBIDITY. Left to Right: Bob Rockiller (ex-BLEEDING CORPSE vokalis / new TIURBIDITY vokalis), Dada Rosadeath (TURBIDITY vokalis), Daniel (TURBIDITY guitarist), Kieran James, Mamay (ex-TURBIDITY bassist), and Casper Hell (band manager), October 2011. Drummer Iko was busy at university this day.
Interview kami bersama Dada Rosadeath (ex-TURBIDITY vocalist)
bertempat: Deathstar Tattoo, Bandung, West Java, Indonesia
30 November 2012
Interview oleh: Kieran James dan Popo (BUSUK WEBZINE)
Penerjemah & extra comments oleh: Popo (DEMONS DAMN & BUSUK WEBZINE)

Note: TURBIDITY adalah band slamming death-metal yang bagus dari Ujung Berung, Jawa Barat, Bandung, Indonesia. Yang telah mengeluarkan satu album dengan Dada sebagai vocalist-nya yang berjudul Suffering of Human Decapitated dan sekarang mengeluarkan EP baru Vomiting the Rotten Maggot dengan Andri sebagai vocalis-nya.



Kieran James: Pertama-tama, saya rasa kamu tau pertanyaan apa yang akan saya tanyakan. Mengapa kamu meninggalkan TURBIDITY? Saya sangat kaget mendengar kamu keluar dari TURBIDITY...

Dada Rosadeath: Saya dan TURBIDITY sama-sama telah mempunyai jadwal. Saya mempunyai banyak janji untuk mentato. Jika TURBIDITY manggung jauh dari Bandung saya tidak dapat mengatur janji mentato dengan jadwal manggung band. TURBIDITY tidak mau menggunakan additional vocal jika jadwal mentato dan manggung bertabrakan. Saya mengalami dilemma – mana yang harus saya pilih antara janji mentato atau manggung bersama band? Jika saya lupa untuk mentato sampai empat hari maka saya akan kehilangan uang. Jika TURBIDITY pergi ke Surabaya maka akan memakan waktu hingga empat hari. Minggu selanjutnya mereka harus berangkat ke Yogyakarta, dan sebagainya. Saya kehilangan waktu bersama istri saya karena saya sibuk bersama band saya dan istri saya setiap hari bekerja. Saya selalu pergi di akhir pekan jadi saya selalu tidak mempunyai waktu berdua bersama istri saya. TURBIDITY meminta saya untuk melakukan perjalanan tapi saya tidak bisa mengatur waktu. Situasi yang sulit untuk memilih antara band, istri, dan jadwal mentato.

KJ2: Apa kamu merasa menyesal atau sedih tidak bisa manggung?

Dada2: Ya, saya merasa ini adalah dilemma besar. Saya merasa ini adalah band saya. Saya tidak bisa memiliki TURBIDITY sekarang. Saya selalu berpikir: bagaimana perasaan istri saya? Bagaimana perasaan pelanggan tato saya? Jika orang ingin membuat tato itu adalah jalan saya mencari uang.

KJ3: Menurut kamu pribadi apakah Andri vokalis baru TURBIDITY adalah pilihan yang tepat?

Dada3: Saya rasa vokalis baru sekarang mempunyai karakter vocal yang bagus. Tapi saya melihat untuk segi image dan leader di TURBIDITY. Icon dan leader TURBIDITY masih melekat didiri saya. Andri, vokalis baru, pada saat manggung terlalu pendiam untuk berkomunikasi dengan penonton, pria pemalu.

KJ4: Apakah para fans meminta kamu untuk tetap bersama band?

Dada4: Banyak teman saya bertanya mengapa saya meninggalkan TURBIDITY. Setelah saya keluar dari TURBIDITY saya hanya fokus pada studio tato. Ketika saya senggang untuk bertemu para fans di Ujung Berung pertanyaan mereka adalah: kenapa Dada harus keluar?

KJ: Saya kaget ketika mendengar Dada meninggalkan TURBIDITY. Seperti jika Man meninggalkan JASAD…

[Dada tertawa.]

Dada: Daniel [TURBIDITY guitarist] meminta kepada istri saya agar saya tidak harus keluar dari TURBIDITY. Tapi istri saya tidak dapat berbuat apa-apa karena ini adalah pilihan saya. Istri saya berharap saya bisa mengatur waktunya dua minggu bersama band dan dua minggu bersama keluarga.

KJ5: Apakah menurutmu seharusnya TURBIDITY mengganti namanya karena sekarang sudah menjadi band yang berbeda?

Dada5: Banyak teman yang mengatakan bahwa mereka harus mengganti nama band karena icon dari TURBIDITY sudah keluar. Sangat sulit karena band harus memulai kembali dari nol ketika namanya diganti. Saya hanya ingin membuat beberapa komentar lebih lanjut. Pada jadwal latihan mereka harus pergi berlatih tapi saya tidak bisa meninggalkan jadwal mentato. Kadang saya datang tapi saya sering terlambat untuk latihan dengan band. Mereka marah karena saya telat atau bahkan tidak datang pada saat latihan.

KJ6: Apakah kamu memberikan kontribusi pada EP yang baru?

Dada6: Tidak sama sekali.

KJ7: Apa komentar kamu terhadap EP terbaru?

Dada7: Saya tidak tau. Saya rasa mereka lupa kepada saya. Mereka tidak memberikan CD-nya dan tidak pernah berkomunikasi lagi dengan saya. Saya tidak tau sound atau liriknya seperti apa. Iko drummer sangat dekat dengan saya tapi dia tidak pernah datang kesini untuk menemui saya. Hanya Mamay bassis yang masih menghubungi dan berkomunikasi. Mamay kesini untuk bersilaturahmi bersama saya.

KJ8: pernahkah kamu menonton TURBIDITY dengan line-up yang baru dan jika sudah apa komentarmu?

Dada8: Saya rasa vokalisnya lebih cocok untuk brutal death-metal dan kurang cocok untuk slamming tapi sejauh ini mereka tetap bagus. Saya rasa Andri tidak mempunyai karakter untuk vocal slamming karena latar belakang Andri adalah di brutal death-metal.

KJ9: Apakah kamu berharap untuk bermain di sebuah band suatu saat nanti?

Dada9: Saya mempunyai rencana untuk membuat sebuah band tapi personil yang lain sudah mempunyai band yang lain jadi mereka masih sibuk. Kami mempunyai rencana tapi kami masih belum mempunyai apapun untuk diluncurkan.

Popo: Hardcore band?

Dada: Masih slamming dengan style hardcore beatdowns – slamming mixed dengan hardcore seperti SIX WEAPON FOR (CZECH REPUBLIC). Mereka memiliki style yang arogant.

KJ10: Apakah toko tato – Deathstar Tattoo – sekarang mengalami kemajuan atau tidak?

Dada10: Untuk sekarang maju tapi saya harap bisa lebih maju lagi.

KJ11: Apa komentar kamu terhadap BUSUK WEBZINE?

Dada11: Keren; saya harap selalu eksis.

Popo: Ketika TURBIDITY mengeluarkan EP Dada datang dan menyanyikan satu lagu dari Album pertama.

Dada: Saya mabuk saat bernyayi!

KJ12: Sekarang kamu tidak lagi bernyanyi dengan TURBIDITY bagaimana dengan topi komunis yang kamu pakai dipanggung?

Dada12: Saya masih menyimpannya!

KJ: Itu bagian dari image band!

[Dada tertawa.]

Popo: Sekarang TURBIDITY telah menjadi slamming death-metal elit [i.e. non-communist].

[Semua tertawa.]

KJ13: Adakah pesan untuk para fans TURBIDITY?

Dada13: “Stay slam [tertawa]!” saya melihat merchandise TURBIDITY dan saya rasa sudah terlalu banyak. Menjadi tidak ekslusif.

Popo: BLEEDING CORPSE, TURBIDITY, dan JIHAD mempunyai penjualan terbaik [di Bandung] sebaik JASAD.

KJ14: Apakah kamu mendapatkan royalty untuk merchandise dan CD?

Dada14: band belum membayarkan royalty. Saya masih menunggu…tidak apa-apa, saya tidak mengharapkan, saya tidak berharap mereka harus membayar royalty kepada saya. Itu tidak penting untuk saya, saya tidak mengharapkan. Saya hanya mengharapkan mereka datang kesini, menemui saya, berbagi, menjaga silaturahmi. Saya hanya ingin tetap berhubungan. Saya ingin bertemu untuk bersilaturahmi, bukan membahas royalty.

KJ15: Apakah menurutmu band-band muda di Ujung Berung [Bandung Timur] dapat mempertahankan standar dan budaya dari scene?
TURBIDITY show, Bandung, 9/10/2011

Dada15: Saya rasa band baru di Ujung Berung memberikan dampak terhadap komunitas karena mereka memiliki skill yang lebih baik dari band-band lama. Band-band lama tetap memberikan dukungan dan bantuan untuk menjadi besar.

KJ16: Band muda apakah yang menjadi favorit mu di komunitas Ujung Berung?

Dada16: Saya hanya suka SAFFAR.

Popo: Tiga dari empat orang lelaki di SAFFAR adalah pria pemalu – drummer, bassist, dan vocalist. Bassist [Ramon] bermain juga dengan DISMEMBERMENT TORTURE (BANDUNG). Mereka mempunyai skill yang bagus tapi mereka pemalu.

KJ17: Apa komentarmu tentang Abaz yang sekarang bermain drum dengan JASAD tapi masih main juga dengan UNDERGOD?

Dada17: Itu bagus, dia punya skill yang bagus, tapi saya harap Abaz bisa menyeimbangkan jadwal. Saya harap Abaz tidak meninggalkan UNDERGOD.

KJ18: Apa komentarmu mengenai Daniel yang sekarang bermain gitar di BLEEDING CORPSE dan juga di TURBIDITY?

Dada18: Bagus. Daniel adalah pemain yang bagus tapi jangan sampai dia meninggalkan TURBIDITY.

KJ19: Bagaimana menurutmu mengenai orang yang bermain di lebih dari satu band?

Dada19: Jangan mengganggu jadwal band asli. Band project harus selalu menjadi band project [sampingan].

Popo: Saya rasa Daniel mengaturnya dengan baik ketika BLEEDING CORPSE dan TURBIDITY bermain di hari yang sama. Dia selalu memilih TURBIDITY karena TURBIDITY hanya memiliki satu orang guitarist.

Dada: Ya.

KJ20: Dibagian belakang kaos band TURBIDITY poto-mu ada disana. Apa komentar-mu?

Dada20: Saya masih di TURBIDITY ketika mereka menjual kaos itu.

Popo: Saya rasa kaosnya sudah terjual habis.

Popo21: Apakah kamu punya rencana untuk kembali bersama TURBIDITY?

Dada21: Tidak.

Popo: Kamu tidak ada rencana atau kamu tidak mau?

Dada: Saya tidak mau. Saya takut terhadap jadwalnya dan saya tidak mau dilemma itu kembali. Ketika saya merintis TURBIDITY saya tidak memiliki ambisi untuk menjadi terkenal, hanya hobby, saya tidak memiliki ambisi untuk menjadi band besar.

KJ22: Bagaimana pendapatmu tentang perempuan yang memainkan metal seperti Popo?

Dada22: Dia adalah perempuan yang kuat [tertawa].

Popo23: Apakah kamu tau band GIRLZEROTH?

Dada23: Tidak, saya tidak tau mereka.

Dada: Seorang pria datang ke toko saya ini dan memberikan font TURBIDITY dan meminta saya untuk mentato-nya, dia tidak tau bahwa saya adalah vokalis dari TURBIDITY. Fans pria itu marah ketika dia tau saya keluar dari band. Dia datang ke toko meluapkan kekesalannya kepada saya.

KJ24: Logo band apa yang sudah kamu gambarkan didalam tubuh kamu?

Dada24: PANTERA Cowboys from Hell, CFH logo.

[Dada memperlihatkan kepalanya.]
KJ25: Tato logo band apa apa yang telah kamu buat?

Dada25: OBITUARY, PANTERA, KISS, wajah dari Lemmy MOTORHEAD, dan SLAYER.

KJ26: band Lokal?

Dada26: Hanya TURBIDITY.

[Dada memperlihatkan kepada kami gambar Max Cavalera di lengan kirinya.]

Dada: Salah seorang teman di Ujung Berung mentato punggunya dengan logo naga CRYPTOPSY.

[Interview berakhir disini dan kita berbincang mengenai tato. Terima kasih banyak untuk Dada Rosadeath. Jika kamu ingin membuat tato silahkan datang ke toko Dada “Deathstar Tattoo” di Bandung, Jawa Barat, Indonesia.]

EP TURBIDITY Vomiting the Rotten Maggot Sudah bisa didapatkan lewat Horrible Creation Extreme Musick Media, Bandung, Indonesia.
Jason Xenophobic (centre of bottom row) with Dada (third from left, bottom row) and friends in Bali, 2015
TURBIDITY band, February 2011. Left to Right: Dada (vocals), Iko (drums), Mamay (bass), and Daniel (guitar). Mamay and Dada have now left the band.

Thursday, 3 September 2015

CLASSIC INTERVIEW: Interview yang mengesankan dengan TURBIDITY (Bandung slamming), 10/10/2011

Interview yang mengesankan dengan TURBIDITY (Bandung, slamming death-metal), 10 Oktober 2011
Oleh Dr Kieran James 
Interpretasi dan wawancara eksklusif dengan Popo (vokalis DEMONS DAMN, death-metal Bandung)
Tanggal interview: 10 Oktober 2011 di Dada’s Shop Deathstar Tattoo, Jalan Dipati Ukur, Bandung.
Para personil TURBIDITY yaitu Dada Rosadeath (vokal), Daniel (gitar), Iko (drums), Mamay (bass)

Kieran James (BUSUK WEBZINE): Hai, apa kabar Anda semua? Hai Dada, Daniel. Terima kasih atas waktunya untuk interview hari ini. Tadi malam pertunjukkan kalian benar-benar hebat! [9 Oktober 2011, Bandung]. Pertama-tama, ceritakan bagaimana dan kapan terbentuknya band kalian?

Popo: Mereka mulai ketika mereka sering nongkrong bareng. Mereka hanya sekedar mencoba-coba, hanya melakukan sebuah project, karena masing-masing dari mereka telah memiliki band sendiri-sendiri. Mereka hanya mencoba membuat sebuah project.

Daniel: Band kami yang sebenarnya pada saat itu tidak aktif bermain. Kemudian barulah kami membuat band Turbidity aktif. Pada saat itu tanggal 18 Februari 2008, hari Valentine. [KJ: Pada hari Valentine yang kedua, Massacre adalah pendiri band Turbidity brutal-death!! Silakan baca cerita original mengenai St Valentine’s Day Massacre di Wikipedia.]

Popo: Mereka berfokus pada band pertama mereka, dan kemudian konsentrasi ke band Turbidity. Mereka mengganti formasi hingga mereka memiliki tiga orang personil, Dada (vokal), Daniel (gitar), dan Iko (drums).

Dada: Hingga kami membuat album Suffering of Human Decapitated, kami masih memiliki tiga orang personil. Setelah pembuatan album, kami mengajak pemain bass dari band Error Brain.

KJ: Bagaimana respon setelah album kalian keluar?

Dada: Respon terhadap album kami bagus……

Daniel: Band kami merupakan band death-metal pertama yang membuat album…….

Dada: Setelah kami membuat album, undangan-undangan untuk pertunjukkan berdatangan, dan jadwal konser kami untuk kota Bandung dan kota-kota lainnya sangat padat. Banyak label-label rekaman dari negara lain ingin meluncurkan album kami, dan banyak band dari luar negeri ingin membuat album terpisah dengan kami.

KJ: Saya penasaran, dari mana nama Turbidity berasal?

Daniel: Sebelum nama band kami berubah menjadi Turbidity, kami memiliki nama Human Flesh. [KJ: Jika Anda bertanya-tanya, definisi dari Turbidity menurut Wikipedia yaitu “kekaburan atau ketidak-jelasan yang disebabkan oleh partikel-partikel individu yang terhambat oleh sesuatu yang keras atau padat, yang umumnya kasat mata, mirip seperti asap di udara”.]

KJ: Ceritakan pada saya seperti apa tipe penggemar Turbidity?

Dada: Dimulai dari para remaja, hingga orang-orang yang telah lama berkecimpung di komunitas death-metal. Bukan hanya death-metal dan para fans yang mengesankan yang menyukai musik kami, namun komunitas punk juga menyukai lagu-lagu kami.

Daniel: Kami mempunyai banyak penggemar cewek-cewek cantik, Turbiyem, Lover Girl.

Dada: Bercanda! [tertawa*]

Daniel: Nggak, sungguhan! [semua tertawa*]

KJ: Di festival terbesar apa Anda pernah bermain?

Dada: Bandung Berisik 4, Bandung Death Fest 4, Rock in Solo, dan Bali Metal Fest. [KJ: Dada kemudian menunjukkan kami sebuah video-clip Turbidity yang sedang bermain di Bandung Death Fest 4, dan Bobby Rock Bleeding Corpse bergabung dengan Dada di panggung untuk menjadi guest vocal].

KJ: Mengapa Anda menyukai bermain Death Metal?

Daniel: Karena death-metal adalah musik yang paling sulit, paling banyak menggunakan teknik, sulit dimainkan dan sulit dimengerti. Bagi Turbidity, permainan terbaik kami yaitu ketika kami bermain musik death-metal.

Daniel: Rasanya seperti orgasme…. [semua tertawa*]. Kami merasakan orgasme ketika kami bermain musik death-metal!

KJ: Bagaimana perasaan Anda ketika bermain di hadapan penonton di festival?

Daniel: Awalnya kami merasa gugup, kemudian setelah kami bermain lebih dari dua lagu, kami mulai menikmati, dan makin banyak orang berdatangan, sehingga kami merasa senang sekali.

KJ: Bagaimana pendapat Anda mengenai gambaran death-metal di Bandung?

Dada: Solid….

Daniel: Komunitas yang besar, kami saling mensupport satu sama lain, semua genre musik di Bandung saling mensupport satu sama lain. Di antara semua genre musik, kami saling memiliki hubungan yang baik.

KJ: Siapa yang paling sering membantu Anda ketika Anda masih menjadi band muda?

Daniel: Semua teman di komunitas yang sering nongkrong bareng. Kami saling membantu karena kami memiliki visi yang sama.

KJ: Apakah ada masalah dalam bermain musik death-metal di sini?

Daniel: Perutnya terlalu besar untuk dipindahkan…… Rasanya sulit untuk berpindah-pindah tempat dan bermain gitar karena perutnya sedang dalam perjalanan [tertawa*]. Kami menemui beberapa kesulitan untuk bermain death-metal. Kami sekarang mengerti bagaimana bermain musik death-metal.

KJ: Apakah saat ini Anda sedang menggarap album kedua?

Daniel: Kami merencanakan album kedua, membuat lagu-lagu mixing antara hardcore dan death-metal. Kami tidak akan mengubah liriknya, masih mengenai penderitaan, darah, mutilasi dan pembunuhan.

KJ: Apa cita-cita Anda untuk band?

Mamay (bass): Tur ke Eropa, tapi itu hanya mimpi.

Daniel: Cita-cita untuk terus eksis hingga akhir jaman. Kami ingin membuat banyak album dan masih eksis sebagai Turbidity.

KJ: Apa ada pekerjaan atau bisnis lain yang dimiliki oleh para anggota band?

Dada: Bisnis tato.

Mamay: Artist, penagih utang [semua orang tersenyum*]. Drummer kami masih kuliah di universitas. [KJ: Iko tidak dapat hadir]

Daniel: Saya pelati lumba-lumba; saya mengajari mereka menari [tertawa*]

KJ: Oh benarkah? Dimana?

Popo: Hahaha, mereka hanya bercanda dengan Anda!

KJ: Waaah, saya kira sungguhan, seperti di Singapura dimana mereka memiliki tempat untuk melatih lumba-lumba.

KJ: Bagaimana perkembangan pembuatan album baru kalian?

Daniel: Kami baru 40% selesai, kami berencana merilis albumnya tahun 2012. Empat lagu telah ditulis, album baru kami berjudul Pathological GoreSalah satu lagu kami di album berikutnya mengenai wanita yang membuat dirinya sendiri patah hati. Judul lagunya adalah “The Angel with the Black Wings”. Saya punya seorang pacar, tapi saya ingin punya banyak, saya bercanda tapi saya juga serius!

KJ: Mengapa Anda beranggapan bahwa metal sangat populer di Indonesia?

Daniel: Kami ingin menyebarkan musik metal ke kota-kota kecil dan ke perkampungan. Kami ingin Indonesia menjadi negara metal.

KJ: Dada, Anda mengenakan topi di atas panggung dengan simbol komunis, palu dan sabit. Apakah Anda percaya komunisme?

Dada: Saya percaya komunisme. Di Indonesia komunisme ilegal, simbolnya juga ilegal.

KJ: Baiklah. Saya selalu menanyakan hal ini sebelum saya menyelesaikan interview. Adakah pesan untuk para penggemar Anda?

Daniel: No glam, just f***ing slam!

KJ: Terima kasih semuanya, dan juga Popo. Semoga sukses untuk album baru kalian. Terima kasih atas waktu interviewnya. Contact!

Band: Contact!

[Translation oleh Ruth Setiawati Wianto]

KJ Note: Dada Rosadeath has now left TURBIDITY.
THE OLD AND NEW TURBIDITY. Left to Right: Bob Rockiller (ex-BLEEDING CORPSE vokalis / new TURBIDITY vokalis), Dada Rosadeath (ex-TURBIDITY vokalis), Daniel (TURBIDITY guitarist), Kieran James, Mamay (ex-TURBIDITY bassist), and Casper Hell (band manager), 10 October 2011. Drummer Iko was busy at university this day.


TURBIDITY band, February 2011. Left to Right: Dada (vocals), Iko (drums), Mamay (bass), and Daniel (guitar). Mamay and Dada have now left the band.

NEW INTERVIEW: Our first interview with Aditya Prakoso of GEROGOT (Surabaya Brutal Death Metal), 30 May 2025.

        Our first interview with Gerogot (Surabaya brutal death metal) Friday, 30 May 2025 @ Inferno Studio, Surabaya K ieran James (Bus...